Selamat ………kepada para pemenang
Tepat hari Senin pertama masuk sekolah sekitar pukul 09.00 pagi Perpustakaan Sekolah Daar El Salam mengumumkan 5 peserta didik yang berhak mendapatkan apresiasi berupa hadiah pada kegiatan Serbu dan Gempur Perpustakaan Periode 1.
Berikut nama-nama peserta didik yang berhak mendapatkan hadiah periode1
1. Muhammad Raynar 5 Abu Daud (Unit SD)
2. Diego Angga Permana 3 Siti Ruqoyah (Unit SD)
3. Adhwa Safira 3 Ummi Kultsum (Unit SD)
4. Mikhyala Adara 3 Ummi Kultsum (Unit SD)
5. Adila Ayuningtyas 1 Imam Syafi'i (Unit SD)
Kegiatan ini adalah salah satu program yang akan diupayakan untuk tetap diselenggarakan guna memberikan stimulus dan mendorong motivasi peserta didik untuk membaca, berkunjung dan meminjam buku yang tersedia di perpustakaan untuk dipinjam dan dibaca di rumah atau baca ditempat.
Terlihat sangat singkat dari segi waktu kunjungan karena peserta didik hanya bisa memanfaatkan waktu disaat istirahat yang juga tentu bersamaan dengan beragam kebutuhan peserta didik pada saat itu.
Walaupun demikian, kegiatan ini diharapkan mampu membangun pola pembiasaan yang konsisten dan menunjukkan perubahan perilaku belajar pada peserta didik secara bertahap sehingga berdampak menjadi rutinitas dan mendapatkan respon yang berkelanjutan sepanjang hayat.
Memang butuh waktu dan proses yang tidak sebentar agar budaya literasi peserta didik dan warga sekolah bisa menunjukkan grafik yang meningkat secara signifikan.
Jika kita berkaca pada negera-negara maju seperti; Jepang, Finlandia, Swedia, Denmark dan lainnya, maka boleh dikatakan membaca dan menulis itu sudah menjadi gaya dan kebutuhan hidup mereka dengan beragam metode dan teori yang berhasil mereka terapkan, ditambah lagi dengan adanya daya dukung pada beberapa sektor selain perpustakaan, seperti ruang kelas dan beberapa titik akses disekitar lingkungan belajar yang dianggap perlu dan tak kalah penting budaya positif ini juga disupport oleh para pihak penentu kebijakan dalam melakukan penguatan.
Namun, perlu diingat bahwa ini tentu saja bukan berarti budaya baca mereka lebih unggul dari kita yang penduduk mayoritas muslim dengan pusat-pusat pendidikan yang begitu banyak dan telah memiliki rekam jejak dan sejarah serta peradaban yang lebih dulu unggul dan menerapkan hal dan konsep tersebut.
Hal ini sebagaimana dibuktikan di abad ke-8 berkembang pusat ilmu pengetahuan dan kultur masyarakat muslim pada masanya, yakni Baitul Hikmah yang terletak di Bahgdad, Irak pada masa pemerintahan Khalifah Harun Ar-Rasyid.
Tempat ini menjadi pusat rujukan dunia dalam ilmu pengetahuan dimasanya.
Semoga bermanfaat.
Nantikan kami dengan kegiatan dan program menarik lainnya dari Perpustakaan Sekolah Daar El Salam.
*Read-Learn-Share*
*Perpustakaan DES 2024*
